Friday, August 4, 2017

KB Pilihan - Indahnya jadi wanita :)

Hai Mommy mommy kece disanaaa yg sedang sibuk urus baby tapi harus KB huahahaha...

Kembali lagi gue akan menceritakan fase kehidupan yang akan di lalui setiap wanita. Dan kali ini gue sudah mencapai tahap tersebut. Agak gak percaya kalau ternyata sekaranglah saatnya, inilah waktunya, gue untuk KB. Eeeh gilee lebay amat yak hahaha...

Kenapa gue bilang fase kehidupan? Ya emang begitu adanya. Wanita menikah, melahirkan, menyusui, lalu KB. Ada yang saat menyusui gak datang bulan kan ya, gue menyusui, tapi tetap datang bulan, so...gue harus KB untuk menjaga sistem keamanan rumah tangga..apalaaah hahaha.

Setelah browsing-browsing cantik, gue putuskan untuk pasang KB IUD. ow ow ow...kenapa?Apa sih IUD? IUD (Intrauterine Device) atau lebih dikenal dengan sebutan KB spiral adalah alat kontrasepsi berbentuk T berbahan dasar plastik yang dimasukkan ke dalam rahim utuk mencegah terjadinya pembuahan. IUD sendiri ternyata ada dua jenis, yang pertama IUD berlapis tembaga dan IUD berlapis hormon. Cara kerjanya sendiri kalau yang berlapis tembaga, alat ini akan melepaskan unsur tembaga untuk mecegah sperma mencapai sel telur, sedangkan yang berlapis hormon mencegah penebalan dinding rahim sehingga tidak terjadi pembuahan, dan biasanya leher rahim akan lengket akibat hormon, jadi sperma tidak bisa masuk. Kira-kira begitu penjelasannya ya buibu...

Lalu mengapa gue memilih IUD berlapis tembaga? Alasannya :
1. Aman untuk ibu menyusui
2. Tidak ada efek samping hormonal
3. Cukup kontrol setahun sekali
4. Bisa digunakan 5 - 10 tahun, punya gue yang 5 tahun.
5. Langsung efektif begitu dipasang di rahim

eehm...kece kan IUD hehehe. Selain alasan-alasan diatas, gue takut gendut kalau pake KB suntik (katanya jadi gendut, katanyaaa....), kalau pake pil, gue ini tipe orang yang susah nelen obat, mesti pake pisang baru ketelen, ya moso tiap hari gue harus makan pisang buat minum pil KB hahaha...jadilah gue pilih IUD ini.

Proses pemasangannya?
Ah...gak berasa kok (pasang muka devil) hahaha...
Eh bener, gak berasa kok. Dokter Arman menyarankan gue untuk pasang saat haid sedang banyak-banyaknya supaya tidak terasa sakit. Karena akan dimasukkan alat ke rahim kita melalui vagina, saat haid, rahim sedang terbuka, jadi diharapkan rasa sakitnya tidak terasa saat bendanya masuk. Dan bener aja, gue datang saat hari ke-2 menstruasi...kebayang aja banyaknya. Lama pemasangan gak sampe 10 menitpun lah...sudah terpasang. Apa rasanya? Ya kerasa ada yang di masukin, alat buat masukinnya itu kerasa, tapi setelah itu biasa aja kok.

Pulang dari RS, perut gue nyeri-nyeri. Nyeri-nyeri haid bikin nyengir dikit. Padahal keadaannya udah gak nyeri haid waktu pasang IUD. Jadi ya memang ternyata itu efeknya, salah satu yang berasa banget setelah pemasangan. Nyeri-nyeri itu juga cuma semingguan deh, setelah itu udah gak berasa apa-apa, melakukan aktivitas seperti biasa. Oh iya, setelah menstruasi selesai, gue kadang-kadang masih ada flek semacam keputihan, tapi berwarna keruh kadang coklat. Gue tebus resep dr. Arman untuk mencegah pendarahan, aman-aman aja sih Alhamdulillah...

Dan sekarang gue haid pertama setelah pakai IUD, rasanya? nyeri haidnya lebih nyeri dibanding biasanya hahaha. tapi gak masalah lah ya...
semoga bermanfaat buat mommy mommy kece yang sedang cari info KB yaaa...